Minggu, 08 Oktober 2017

Kehidupan di dua dunia

Kehidupan di dua dunia
Jason Mandagi
Manusia adalah ciptaan tuhan yang sungguh luar biasa, keberadaan tuhan bisa kita dapatkan dengan melihat ciptaan-ciptaannya, sederhananya kita bisa meyakini adanya kehidupan makan adanya tuhan. Setiap manusia mempunyai sifat, karakter, dan cara berfikir yang berbeda-beda, ku rasa ada sesuatu yang unik dalam diri manusia, yaitu hati. Salah satu organ tubuh manusia yang kecil, hati mampu mengeluarkan perasaan manusia, entah itu perasaan sedih, sakit, bahagia, dll.
Hati yang terluka akan meninggalkan bekas yang tidak akan pernah hilang selamanya, suatu hal yang  begitu unik, atau bisa di katakan hati manusia adalah embrio dari perasaan yang muncul dalam diri manusia perasaan yang bagiku adalah embrio dari tindakan manusia, ku teringat kata-kata yang pernah di katakan kepadaku, jangan sekali-kali engkau menyepelekan hal kecil atau meremehkan hal yang kecil, sebab sesuatu yang  kecil mempu menghancurkan sesuatu yang besar.
Hati adalah salah satu hal yang kecil tapi mampu, mengendalikan lumpuk busuk yang telah di karuniai roh dari sang pencipta, bahkan ideologi mampu ia goyakan, itulah hati organ tubuh manusia yang kecil yang selama ini tidak pernah kita sadari, bahwa hati adalah organ tubuh manusia yang berperan aktif dalam mengendalikan tindakan manusia, hati manusia ketika ia lahir ibarat sebuah air yang jerni, yang nantinya ia  akan berubah tergantung dari presfektifnya memandang dunia dan lingkungan sosialnya.
Apalah daya lumping busuk ini tanpah hati, tidak akan ada kaum gerakan revolusioner tanpa di dasari hatinya yang ingin bergerak, atau sering di katakan itulah factor internal yang ada dalam tubuh manusia, seorang soekarno tidak akan revolusioner tanpa dorongan  hatinya yang ingin berjuang, terlalu sempit cara pandang manusia ketika bicara hati ia langsung berfikir hubungan antara seorang kekasih, seperti yang saya tulis di atas hati adalah embrio dari tindakan manusia, ku ingin mengatakan hati adalah hakim dalam diri manusia, hatilah yang selalu memutuskan sesuatu yang akan di lakukan oleh manusia.
Hati terluka sulit tuk sembuhkan, dan bahkan itu akan berdampak sampai ketindakan manusia, ku melihat manusia memiliki satu lubang besar suatu ruangan hampa, ruangan kosong, dan itu adalah hati yang tadi telah ku ibaratkan degan air yang jerni. Kekosongan dalam diri manusia akan hilang ketika ia menemukan arti dari perasaan yang selalu kita beranggapan perasaan itu muncul dengan sendirinya.
Ku memandang yang harus mengisi ruangan kosong dalam diri manusia adalah cinta yang universal, sebuah yang ku tak tau siapa menumakan kata  cinta itu, tapi kata cinta memiliki makna yang begitu banyak, cinta adalah perasaan yang muncul dari hati maka itu ku  mengatakan cinta anugera tuhan, anugera yang luar biasa.
Dengan cinta maka ada umat manusia di muka bumi ini, tapi terkadang cinta membuat manusia lupa akan dirinya sendiri, ku tak bisa menjabarkan secara detail apa  cinta itu..?
Karena setiap manusia memiliki cinta yang berbeda-beda, karena cinta manusia  bisa lupa  dengan yang lain hal yang misterius, yang sulit tuk petahkan dengan logika manusia, walaupun ku sendiri meyakini tidak ada yang di muka bumi ini yang muncu dengan sendirinya, matrealisme lah yang mampu menjawab itu, tapi tidak mampu menjabarkan secara detail apa itu perasaan.
 Tapi bukan berati cinta itu hal yang buruk, walaupun banyak permasalahan yang terjadi di akibatkan cinta yang ku harus ku akui juga itu bukan kontradiksi pokok tapi hanya kontradiksi dasar, topic yang ku ambil adalah kehidupan di dua dunia yang berbeda, ku melihatnya itulah pertarungan alam sadar dan alam bawah sadar, alam sadar manusia ia adalah mahluk social tapi hati yang terluka membuat ia hidup di bawah alam sadarnya, menjadi manusia yang individualistic dan bahkan ia lupa akan hakekat ia hidup di muka  bumi ini.
Itulah ku maksud kehidupan di dua alam yang berbeda, alam bawah sadar manusia akan terpengaruh akibat rangsangan objektif dan rangsangan subjektif, kedua rangsangan inilah yang mempengaruhi alamm bawah sadar manusia. Itulah energi yang ku yakini ada pada setiap manusia, ku tak berbicara metafisik tapi berbicara dialektika yang terjadi di bawah alam sadar manusia, kita tahu bersama hukum perubahan adalah setiap materil berkaitan dengan materil lainnya.
Dalam perubahan yang terjadi di bawah alam sadar manusia, semua tidak terjadi dengan sendirinya (sebab akibat). Terkadang alam bawah sadar manusia di pengaruhi oleh rangsangan subjektif atau rangsangan objektif, itulah factor eksternal dan hati adalah factor internalnya.
Rangsangan subjektif yang saya maksud adalah emosi, perasaan yang membuat manusia tak bisa mengendalikan dirinya atau yang disebut emosional question yang bertolak belakang dengan spiritual question  sebagai rangsangan objektifnya.
Artikel ini tidak akan menjelaskan secara terperinci apa itu emosional question dan spiritual question, sumbernya bisa di dapat di buku fisikologi ibadah dan buku Sigmund freod yang berjudul tafsir mimpi, sumber buku tersebut bisa menjelaskan secara terperinci.
Ku hanya ingin membahas ketidak seimbangan manusia akibat hati, perasaan sayang yang muncul dari hati adalah energi tersendiri yang mampu merubah manusia yang baik bisa jadi jahat, dan begitu pulah sebaliknya yang jahat bisa menjadi baik, tapi hati yang terluka sulit tuk di sembuhkan lagi, luka itu akan membekas sampai manusia itu tiada lagi, sampai manusia tinggallah lumpuk busuk yang akan kembali ke asalnya.
Khali Gibran pernah berkata, “di balik sayap-sayap cintamu terdapat beribu pedang yang begitu tajam, pedang yang siap tuk melukai hatiku ini”. Argumentasi tersebut menurutku adalah sesuatu yang nyata, seorang lelaki yang berotot pasti pernah menangis karena wanita, seorang wanita pulah pasti pernah menangis karena laki-laki.
Kalau sekarang lagi tren laki-laki dikatakan buaya darat, sekarang kan ku katakan perempuan itu bunglon mampu berubah di mana saja, mampu beradaptasi dimana saja, perempuan mudah tuk berubah sesuai dengan lingkungan sosialnya, perempuan mampu menipu lelaki seperti bunglon, atau saya kan katakan perempuan racun dunia bagi kaum lelaki, tapi argumentku   bukan mau menyalahkan si perempuan, tapi ku menyalahkan si laki-laki, karena mereka perempuan harus di hukum oleh lingkungan social.
“Lebih baik ku jadi pelacur di banding kuharus menjadi wanita suci yang munafik” ku tak menyalah kaum perempuan tapi ini semua kesalahan budaya patriakal dan kesalahan kaum lelaki, yang tak mengikis egonya, ego eksitensi bahwa kalian yang paling kuat, apakah kalian mampu melahirkan, apakah kalian mampu mengandung, fisik tergantung latihan, cari uang tegantung kemauan itu di era kapitalistik sekarang.
Kaum laki-laki yang mengajarkan perempuan untuk munafik tanpa kalian sadari, kaum laki-laki yang membuat perempuan terdiskriminasi, walaupun ku kan mengakui tak semua kaum lelaki seperti itu, dan tak semua kaum perempuan itu bunglon.
Sekarang ku Tanya yang teriak sosialisme, apakah sosialisme akan ada tanpa pembebasan kaum perempuan, kaum perempuan haru di buat progresif, selama kesadaran kaum perempuan belum merata maka selama itu pulah sistem kapitalis akan bertahan karena perempuan target eksploitasi yang empuk untuk kelas kapitalis (rate of exsploitation).
“Ingat satu hal tidak aka nada sosialisme tanpah pembebasan kaum perempuan”
Share:

Jumat, 22 September 2017

Bocah kehilangan dunianya

Bocah kehilangan dunianya
Jason mandagi
Semua manusia memiliki fase perkembangan, tak ada satu manusia pun yang langsung dewasa, pasti ia akan melewati fase perkembangannya dari bayi, balita,anak-anak,remaja,dan seterusnya. Ketika manusia lahir maka ia akan mengenal banyak hal, ia akan belajar dimana saja dan dengan siapa saja, ia akan mencari tujuan hidupnya dan ia pasti akan bercita-cita.
Orang pertama yang menjadi gurunya adalah orang tuanya sendiri, orang yang telah melahirkan ia kemuka  bumi ini, setelah ia tumbuh dewasa ia akan mengenyam dunia pendidikan dari SD,SMP, dan seterusnya,inilah yang saya maksud akan fase perkembangan manusia. Tapi dalam fase perkembangan manusia terdapat begitu banyak dinamika atau warna di dalamnya, setiap manusia berbeda-beda dari karakter, cara berfikir, budaya, ekonomi,politik,dll,Itu semua dibentuk dalam fikiran manusia.
Dan yang paling berperan aktif dalam pembentukan nalar berfikir manusia adalah lingkungan keluarga dan lingkungan social, dari lingkungan keluargalah yang cenderung membentuk budaya feodalisme, sehingga sang anak menganut budaya  tersebut, dan mebawanya sampai kegenerasinya yang berikut, sadar dengan tidaknya bahwa budaya semacam itu malah menghilangkan daya  kritik sang anak, membuat mental sang anak cenderung menjadi lemah.
Dan bahkan tidak hanya budaya feodal saja, budaya patriaki pulah embrionya berasal dari lingkungan keluarga, budaya patriarki atau yang sebut “garis bapak”, budaya ini cenderung membuat sang anak menjadai penindas atau yang tertindas, pasti pertanyanya, anak mana sih yang menindas.? Dan anak mana yang tertindas.?
Jawabannya sangat jelas anak yang menindas adalah anak laki-laki dan anak yang tertindas adalah anak perempuan, budaya ini sangat berpengaruh sampai ke lingkungan social, dan bahkan membuat anak perempuan mengalami hukum social yang begitu luar biasa.
Contoh sederhana budaya patriaki, anak perempuan tak bisa keluar lewat dari jam yang sudah di tentukan, seorang perempuan tempatnya di sumur, di dapur, dan di kasur, itu contoh sekilas mengenai budaya patriarki,ketika sang anak perempuan melanggar itu semua maka ia akan di hukum oleh lingkungan sosialnya, mungkin ia tak di penjara, mungkin ia tak berada dalam kamar besi, tapi ia akan menjadi bahan cerita tetangga maupun manusia yang lain, itu yang di maksud dengan hukum social, dan hukum social lebih buruk di banding hukum eropa continental dan hukum anglo saxon, karena dampak dari hukum social begitu luar biasa, tidak hanya si anak yang merasakan hukumnya, tapi orang tuanya juga ikut dihukum, apakah dengan ilustrasi di atas kalian masih akan mempertahankan budaya-budaya seperti itu.?
Tidak hanya itu saja politik juga berpengaru dalam pembentukan nalar berfikir manusia, gerakan politik ORBA adalah bentuk nyata menghilangkan daya kritik kaum intelektual atau sang anak, gerakan politik ORBA juga membuat sang anak menjadi tak merdeka lagi, mau mencari pengetahuan tapi dibatasi, mau membaca buku, tapi di batasi buku yang bisa dibaca, bahkan ORBA menghilangkan seorang Tan malaka yang di kenal sebagai bapak republic, Tan malaka dihapus dari dunia kepahlawanan, dan bahkan ia di hilangkan dari buku sejarah, kalau kita ingat kembali kalimat dari toko revolusi Indonesia atau yang sering di sebut Soekarno. Ia berkata: jangan sekali-kali melupakan sejarah atau yang dikenal dengan sebutan JAS MERAH.
Propaganda ORBA sangat Nampak hari ini, neoliberalisme yang terbentuk di era orde baru, sampai saat ini atau sampai era pasca reformasi hari ini masih sangat berperan aktif, untuk membodohi anak bangsa kita, ketika kita ingin beraspirasi selalu ada halangan di depan kita, dari begitu banyak halangan yang paling berat adalah lingkungan keluarga, kisah traumatic yang pernah dikisahkan di Negara kita ini, dan yang manjadi pemeran utamanya adalah Soeharto.
Kisah yang pernah iya cetuskan membuat anak-anak di era ini menjadi penakut, bungkam dan tak terarah lagi, seakan perahu kita kehilangan nakodanya, aku jadi teringat kalimat yang di keluarkan oleh PRAM ia berkata “hidup hanya sekedar hidup, kera di rimba juga hidup” seakan cerita yang di tuliskan PRAM dalam bukunya yang berjudul di negri blora, seakan kejadian itu terjadi lagi di era pasca reformasi hari ini.
Kalian tahu.! Dampak politik ORBA yang diperankan oleh Soeharto, membuat anak yang baru lahir sudah mempunyai hutang sebesar 20 juta, dari anak orang tua bahkan bayipun nominal hutangnya itu sama, dan bahkan lebih dari yang saya tuliskan, dengan fakta yang kita ketahui ini apakah kalian akan diam ketika kekuatan ORBA akan kembali.
Mungkin kalian pernah mendengar lagu  karya iwan fals, judulnya galang rambu anarki, lagu itu adalah bentuk kritik terhadap sistem ekonomi politik orde baru, “BBM membumbung tinggi maafkan kedua orang tuamu tak mampu membeli susu, BBM melambung tinggi susu tak terbelih”, dengan lirik lagu yang saya tuliskan  sangat jelas penderitaan rakyat di masa itu, bahkan susu  untuk sang anak, untuk orang yang nantinya akan melannjutkan bangsa ini tak bisa di belih.
Orang bungkam mulut membisu adalah kebahagiaan bagi ORBA ketika kalian bungkam maka jayalah dinasti ORBA, sistem yang kita tahu bersama seperti apa bobroknya.
Maka itu saya mengatakan bocah kehilangan dunianya, kalian adalah bocah yang tak tau dunia kalian lagi, karena dari budaya, ekonomi,politik dll, kalian telah di doktrin menjadi manusia yang tunduk manusia yang tak tau dunia nyata, kalian di hipnotis menuju ke bawah alam sadar kalian, sehingga doktrin tersebut mengakar di kepala kalian yang nantinya akan kalian wariskan ke generasi kalian yang berikutnya.
Sungguh malang nasib anak-anak berikutnya, mereka menanggung beban yang dibuat oleh kalian.
Kalau kalian tak menginginkan hal itu terjadi dari sekarang kalian harus membuka ckrawala berfikir dengan seluas-luasnya, jangan sampai kalian membuat generasi kalian yang berikutnya harus hidup menderita.
Manusia adalah mahluk yang  special di banding mahluk yang lain, cara berfikir manusia melebihi mahluk yang lain, tapi apakah karunia yang telah diberikan itu akan kalian sia-siakan hanya karena kalian tidak mau tuk melawan.
Apakah fikiran kalian itu hanya akan menjadi hiasan di kepala kalian.?  
Sangat di sayangkan kaum intelektual hanya menjadi kaum tukang gosip, hanya menjadi pasar berjalan, bukan itu yang inginkan negri ini, bukan itu yang butuhkan di negri ini.
Negri ini membutukan bocah revolusioner, membutukan kaum progresif, akhir-akhir ini kekuatan ORBA akan bangkit kembali, kalau kalian diam, apa guna banyak baca kalau hanya untuk mengibuli saja, apa guna punya ilmu tinggi kalau mulut hanya terbungkam dan membisu.
Kapitalisme sedang menggali liang kuburnya sendiri tapi bukan berati kita hanya duduk diam dan menunggu krisis capital, sama halnya pulah akan sosialisme yang tak akan jatuh dari langit dengan sendirinya.
22 September 2017, didalam gedung aku berteduh, dari kemunafikan penguasa.
Tuk kesekian kalinya, jiwaku di uji oleh duniawi. Di uji oleh wanita.
Tuk berkian kalinya, kan kuteriakan, kebebasan atas dunia.
Dan tuk terakhir kalinya, aku melihat tangisan rakyat.
Sebab sosialisme, harus di perjuangkan.
Share:

Minggu, 17 September 2017

Antara Cinta Dan Ideologi

Antara Cinta Dan Ideologi
Jason Mandagi
Ideologi adalah cara pandang manusia untuk melihat dunia, itu adalah Devinisi umum mengenai          Ideologi, begitu banyak pilsuf  yang mengartikan/mendevinisikan ideologi. Perdebatan ideologi sudah terjadi sejak yunani kuno dari scroates sampai ke plato dan seterusnya, dan hingga sampai saat ini yang sangat Nampak terlihat di Indonesia adalah perdebatan ideologi sadar dengan tidaknya hari Dunia sudah selesai memperdebatkan ideologi, contoh sederhananya Negara cina berbeda ideologinya dengan arab Saudi tapi kenyataannya pebedaan ideology bukan menjadi hambatan untuk kedua Negara ini dalam menjalin kerja sama dalam hubungan dagang.
Sebenarnya apa sih ideology.?
Ideologi adalah gambaran yang disadari maupun tidak disadari tentang kenyataan sosial-politik. Gambaran semacam itu biasanya dianggap benar tanpa dicari tahu alasannya. Orang-orang menerima begitu saja kebenaran gambaran tersebut.
Karl Marx (1818-1883) menyebut ideologi sebagai “kesadaran palsu” atau kesadaran yang keliru tentang kenyataan sosial-politik. Misalnya, kesadaran yang keliru tentang kapitalisme sebagai sistem ekonomi yang adil padahal sebenarnya sangat menindas.
Antonio Gramsci (1891-1937) menyebut proses penanaman ideologi sebagai “hegemonisasi”, yaitu penindasan kebudayaan rakyat dengan cara menggantikannya dengan kebudayaan elit tertentu. Misalnya, para buruh di Itali yang semestinya memperjuangkan hak-hak ekonomi dan politiknya malah terpengaruh oleh retorika “anti-asing” yang dipropagandakan elit partai fasis. Akibatnya, para buruh itu justru tidak memperjuangkan hak-haknya dan malah ikut berperang demi para elit partai dan pengusaha.
Louis Althusser (1918-1990) menyebut perangkat yang menyebar-luaskan ideologi sebagai “aparatus ideologis negara”: semua lembaga yang menyebar-luaskan gagasan tentang kenyataan sosial-politik tanpa melalui jalan kekerasan fisik (misalnya, sekolah, adat-istiadat, dll). Mereka yang menolak penanaman nilai-nilai itu akan dikenai sanksi non-fisik seperti dikucilkan, dianggap murtad, dsb. “Aparatus ideologis negara” ini berbeda dari “aparatus represif negara” yang bekerja menanamkan nilai-nilai melalui kekerasan, seperti misalnya polisi, pengadilan, tentara, dll.
Setelah penjelasan di atas mengenai beberapa pendapat dari para filsuf , kita bisa menggaris bawahi bahwa ideology adalah cara pandang manusia untuk melihat dan mengatur ekonomi dan politik. Tergantung dari kita lagi begitu banyak pemahaman ideology, ada Liberalisme, Anarkisme, marxisme, Nasionalisme,dan dll.
Dari semua ideology terdapat begitu banyak perbedaan, yang mungkin tak akan saya uraikan satu persatu dalam tulisan saya kali ini. Saya hanya ingin membahas antara Cinta dan Ideologi yang kurasa di era kapitalistik saat ini topic inilah yang menarik untuk di bahas.
Apa sih cinta.?
Pertanyaan yang mungkin membuat semua pemuda ingin menjawabnya, saya hanya akan mengambil Devinisi cinta secara umum, ada yang mengatakan cinta adalah karunia tuhan yang diberikan kepada umat manusia, ada katakan, cinta adalah sebuah halusinasi manusia saja, ada yang bilang cinta adalah sebuah kasih sayang, bagiku Devinisi cinta dalam skala yang kecil adaalah sebuah ikatan yang membangun hubungan emosional antara kedua kekasih atau antara kelompok manusia.
Sederhananya bagiku cinta adalah ikatan manusia yang lain dengan manusia yang lain pulah, itu mungkin dari sudut pandangku yang mendevinisikan cinta dalam skala kecil, tapi berbeda pulah ketika kita mengartikan cinta secara universal, untuk skala kecil cinta hanya ada dalam hubungan emosional, tapi dalam skala yang besar/universal cinta juga ada dalam hubungan ideology.
Yang jadi pertanyaannya ideology yang bagaimana yang didalamnya terdapat cinta.?
Atau cinta adalah sebuah ideology.?
Kurasa pertanyaan tersebut adalah PR untuk kawan-kawan mencari jawabannya, dan refensi lain mengenai cinta dan ideology. Khali Gibran pernah berkata: “tak ada manusia tanpa cinta”  cinta yang ia maksud bukan cinta yang kalian maksud, ia seorang yang melihat cinta secara universal ia tak melihat cinta secara sempit, walaupun kita harus mengakui ia membahas cinta hanya sebatas hubungan emosional.
Sementara di satu sisi ideology sering dipakai sebagian kelompok untuk senjata perang, apakah didalamnya masih terdapat cinta, kata yang sering keluar dari mulut manusia di era kapitalistik atau moderentnisasi.
Atau apakah cinta yang manbangun ideology.?
Berbicara ekonomi politik artinya berbicara kebutuhan manusia, hakekat manuisa hidup adalah untuk mempertahankan keberlangsungan spesiesnya, untuk mempertahan keberlangsungan tersebut manusia harus makan, minum, punya tempat tinggal dan berpakaian itu adalah kebutuhan primer manusia, yang tak bisa dipungkiri da zaman moderent saat ini begitu banyak kebutuhan sekunder yang bertambah.
Dalam memenuhi kebutuhan primer manusia maka kita dituntut untuk menjadi tenaga produktif, menjadi tenaga produktif hal yang terutama adalah kerja memproduksi.
Di era kapitalistik ini tenaga  kerja dibelih menggunakan modal/capital, manusia seakan bukan tenaga kerja lagi tapi buat seperti alat kerja, tenaga kerja paksa kerja diluar kemampuannya, pembagian kerja terjadi atau yang sering disebut klasifikasi kelas, dari kaum laki-laki hingga kaum perempuan semua tereksploitasi oleh kelas kapitalis.
Kita ambil contoh sederhana seorang  cales perempuan di tuntut untuk berpakaian seksi, mengunakan acecoris agar mereka terlihat cantik dan menawan membuat kaum laki-laki selalu melirik mereka dengan mata yang melotot, dengan penampilan mereka membuat kau laki-laki seperti singa yang melihat mangsa, ditambah lagi dengan digodoknya budaya patriaki dalam kepala mereka.
Pertanyaanya apakah pantas tubuh perempuan tersebut menjadi objek pandang kaum laki-laki, sadar dengan tidaknya tubuh perempuan tersebut sudah dibelih oleh kelas kapitalis, dan satu hal keadaan tersebut telah membuktikan teory marx akan tiga bentuk capital, keterkaitan capital produksi dan merchant capital sangat Nampak, perempuan tersebut telah menjadi objek eksploitasi yang empuk dari kelas kapitalis dan bahkan ia di diskriminasi oleh lingkungan sosialnya, yang diakibatkan budaya zaman tengah atau feodalisme.
Contoh berikutnya mungkin ada kawan-kawan yang mengalaminya ketika ada seorang perempuan berhijab mau melamar kerja , ia tak akan di terimah kalau ia tak mau melepas hijabnya, karena lebih manarik simpati konsumen ketika melihat wanita yang berpenampilan seksi, apakah pemahan yang di anut sekarang ini adalah hal yang wajar.?

Dan apakah ada cinta dalam kapitalisme.?
Senin 18  September 2017, di atas tanah dibawah langit, aku menolak bentuk eksploitasi.
Di persimpangan Kiri jalan, aku berdiri dan menatap tangisan rakyat  

Share:

Senin, 11 September 2017

Mahasiswa Korban Neoliberalisme

Mahasiswa Korban Neoliberalisme
Jason Mandagi
 Perdagangan global mungkin akan menjadi dambaan sebagian besar orang seandainya saja ia bisa memberikan kesempatan kepada semua bangsa untuk makmur, membangun secara adil dan saling menguntungkan. Neoliberalisme digembar-gemborkan sebagai mekanisme untuk mencapainya. Margaret Thatcher membuat singkatan TINA(There Is No Alternative (tak ada alternatif lain). Tapi, apakah yang dimaksud dengan neoliberalisme itu?
 Sistem modern perdagangan bebas, perusahaan bebas dan ekonomi yang berbasiskan-pasar, sebenarnya telah muncul sejak 200 tahun yang lalu, sebagai satu mesin penggerak utama dalam pembangunan Revolusi Industri. Namun, akarnya adalah merkantilisme yang terbentuk selama Abad Pertengahan dan Zaman Kegelapan Eropa, beberapa ratus tahun sebelumnya! Dan juga memiliki akar serta pararel dengan berbagai metode yang digunakan imperium sepanjang sejarahnya (dan, saat ini, masih digunakan) untuk menguasai tempat-tempat yang lebih lemah di sekitarnya serta untuk merampas kekayaannya. Sebenarnya, bisa saja diyakini bahwa neoliberalisme (sekarang ini) tak lain merupakan merkantilisme yang didandani oleh retorika yang lebih bersahabat, mengingat relitasnya tetap sama dengan proses merkantilis yang telah berlangsung selama ratusan tahun yang lalu.
Neoliberalisme adalah bentuk dari sistem kelas kapitalis (kapitalisme), yaitu sebuah pasar raksasa yang sengaja dibuat untuk memperluas pasar. Neoliberalisme, bila dikatakan secara retorik, esensinya adalah bagaimana mengusahakan agar perdagangan antar bangsa menjadi lebih mudah. Maksudnya, mengusahakan agar barang-barang, sumber daya dan perusahaan-perusahaan lebih bebas bergerak, dalam upaya untuk mendapatkan sumber daya yang lebih murah, untuk memaksimalkan keuntungan dan efisiensi.
Agar tujuan tersebut bisa dipenuhi maka berbagai kontrol harus disingkirkan. Atau satu-satunya jalan untuk memaksimalkan itu semua adalah dengan menanggalkan berbagai kontrol; menghapuskan hal-hal yang dianggap membatasi perdagangan bebas, seperti :
Tarif.
Peraturan-peraturan.
Standar-standar tertentu, legislasi, dan ukuran-ukuran yang diregulasi.
Pembatasan-pembatasan terhadap aliran kapital dan investasi.
Tujuannya agar mampu melepaskan pasar bebas mencari keseimbangannya sendiri secara alamiah melalui tekanan permintaan-permintaan pasar, kunci bagi keberhasilan ekonomi yang berbasiskan-pasar.
Neoliberalisme memaksakan adanya kebebasan model baru atau kita bisa menyebutnya dengan pemahaman model baru, di zaman moderent saat ini begitu jelas terlihatnya peran Neoliberalisme di tengah-tengah  lingkungan social masyarakat kapitalis.
Kita bisa melihat peran Neolib didalam kehidupan kampus, sekali lagi saya tekankan asal muasalnya Neolib adalah merkentilisme hanya saja semuanya sudah di modif dan bungkus dengan begitu rapi serta dihiasi dengan pita yang berwarna-warni, yang membuat manusia terhipnotis menuju kebawah alam sadar mereka yang membuat manusia tidak sadar bahwa sistem ekonomi politik kapitalis tidak jauh bedanya dengan sistem ekonomi imperium sepanjang sejarahnya, dan bahkan sitem ekonomi politik kapitalis jauh lebih buruk dibanding dengan zaman feodalisme, dizaman kapitalisme semua telah disederhanakan bahkan pertentangan kelas yang terjadi di zaman tengah telah di sederhanakan menjadi dua golongan yang besar, antara kapitalis dan  proletariat, tetapi itu semua tidak menghilangkan syarat penindasan yang ada di zaman tengah tapi mereka lebih merevolusikann syarat-syarat penindasan baru pada zaman Neolib.
Mahasiswa adalah bentuk syarat baru yang muncul di zaman moderent ini, sadar dengan tidaknya mahasiswa adalah pasar untuk kelas kapitalis, mahasiswa adalah objek eksploitasi kelas kapitalis, dan mahasiswa adalah modal atau capital dalam memperluas pasar Global, nasional, regional,dan local.
Kita ambil contoh yang sederhana, seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi di atass rata-rata, datang ke kampus dengan penampilan yang luar biasa, ia datang  dengan keadaan yang ganteng atau cantik dengan polesan produk kapitalis, ia datang mengenakan baju yang bermerek, sepatu yang mahal, tas yang terkenal, dan celana yang lagi naik daun, masih banyak acecoris yang digunakan mahasiswa untuk memperbaiki penampilannya agar mereka terlihat ganteng atau cantik, dengan keadaan seperti ini menimbulkan yang namanya persaingan didalam kampus, yang muncul bukan persaingan intelektual tapi yang muncul persaingan siapa yang ganteng dan siapa yang cantik, kalian lupa akan identitas mahasiswa.
Tanpa kalian sadari, kalian telah di jadikan objek eksploitasi, semua acecoris yang saya sebutkan diatas mempunyai perusahaan masing-masing dalam ekonomi liberal itu semua hal yang wajar, tapi dalam dalam ekonomi sosialis kalian telah tereksploitasi, kalian seperti boneka kelas kapitalis  datang ke kampus untuk mempromosikan produk mereka, apakah wajar ketika  tubuh seorang manusia menjadi media untuk mempromosikann produk kapitalis.?
Dengan hadirnya Neolib ditengah-tengah kalian itu menyebkan kemunduran berfikir kalian, munculnya budaya konsumtif dalam kepala kalian,munculnya budaya individualistic di diri kalian, telah hilang hakikat seorang manusia sebagai mahluk social.
Apakah Seorang mahasiswa ekonomi tahu berapa banyak hutang Negara.?
Apakah seorang mahasiswa tehnik tahu berapa anggaran yang keluarkan Negara untuk membuat monas.?
Neolib membuat kalian tak tau apa-apa selama kalian belum mengembalikan dunia kalian yang sebenarnya, selama itu pulah kalian menjadi objek eksploitasi, seorang che guevera adalah sarjana kedokteran, tapi ia mampu mendirikan Negara Kuba,ia tidak terperangkap akan disiplin ilmunya sebab ia sadar, manusia mahluk yang merdeka dan ia tak mau tereksploitasi oleh kelas kapitalis.
Ku yakin kalian tak sadar, baju yang  mahal , sepatu yang bermerek dan acecoris lain yang kalian gunakan, itu semua adalah hasil nilai lebih yang di ciptakan oleh rakyat pekerja, nilai lebih yang di rampas oleh kelas kapitalis (apropriasi nilai lebih), ketidak sadaran kalian di sebabkan oleh peran Neolib karena budaya  individualistic kalianlah yang mebuat kalian lupa akan kewajiban mahasiswa sehingga kalian kehilangan dunia kalian.
Kalian lupa karena siapa kalian bisa kuliah, kalian lupa karena siapa Negara ini ada, kalian lupa karena siapa sampai ada universitas di Indonesia.
Kalian adalah Generasi yang baru yang  seharusnya membuat perubahan akan dunia kalian, begitu banyak tangisan kaum rakyat pekerja, yang harus kalian tahu karena mereka  lah sampai kalian bisa kuliah, karena merekalah sampai perputaran remitansi ekonomi Indonesia ada.
Kita ambil contoh yang sederhana antara keterkaitan kalian dengan rakyat pekerja.
Dalam kampus terdapat begitu banyak mahasiswa, begitu banyak dinamika ada mahasiswa yang orang tuanya buruh, ada mahasiswa yang orang  tuanya PNS, dan ada juga mahsiswa yang orang tuanya Petani. Ketika orang tua mahasiswa itu buruh saya rasa keterkaitanya sudah jelas yaitu antara anak dan orang tua, kita ambil contoh orang tua mahasiswa itu adalah PNS, PNS di gaji oleh daerah pertanyaan pertama dari mana uang  daerah,?  jawabannya mudah uang daerah intinya dari pajak, sementara untuk Kab buol pajak terbesar terdapat di perusahaan PT HIV, pertanyaan kedua dari mana uang perusahaan PT HIV jawabannya dari nilai lebih yang di hasilkan oleh rakyat pekerja atau buruh, kalau ada yang ngak percaya sekarang saya balik, kalau saja di perusahaan PT HIV tidak ada buruhnya, apakah perusahaan itu akan menghasilkan profit/keuntungan.?
Kurasa dengan ilustrasi sederhana di atas sudah bisa menjelaskan kepada kalian, bahwa kalian semua bisa kuliah disebabkan oleh kaum rakyat pekerja/buruh.
Sunggu luar biasa peran Neolib di Indonesia membuat kalian menjadi manusia yang tunduk dengan manusia yang lain, apa bedanya kalian dengan kera di rimba hidup hanya sekedar hidup.
Kembalikanlah dunia kalian wahai mahasiswa baru.



Share:

Jangan lihat dari penampilan

"Jangan lihat dari penampilannya"

Banyak orang yang selalu salah dalam menilai segala sesuatunya, terkadang mereka hanya menilai dari satu sudut pandang saja. Mereka memang telah masuk dalam kategori berfilsafat, tetapi kebenaran mereka hanya dari satu sudut pandang saja dan mungkin tidak relevan jadinya. Ketika mereka melihat bahwa ada seorang pemuda yang sebenarnya baik tetapi penampilannya buruk atau katakan saja seperti preman. Mungkin mereka langsung memvonis bahwa pemuda tersebut adalah preman padahal dari satu sisinya bahwa pemuda itu adalah orang yang tidak seperti apa yang mereka pikirkan meskipun penampilannya seperti itu.
 Lihat saja dari berbagai kaum yang menilai seperti demikian, ketika mereka baru saja melihat yang serupa maka mereka langsung berfikir bahwa dia seperti demikian. Sebenarnya penampilan bukan menjadi satu tolak ukur kita untuk memvonis siapa dia dan bagaimana dia, karena biasanya penampilan hanya merupakan sebuah gaya hidup bukan prilaku, sikap dan sifat hidup itu sendiri. Kita ambil contoh dari Gayus Tambunan, dia adalah orang yang rapi penampilannya bahkan dia dikatakan begitu ramah oleh teman-temannya. Tetapi siapa yang menyangka tiba-tiba beritanya bahwa dia telah mengkorupsi uang bangsa ini, seharusnya kita mendapatkan pelajaran dari situ, bahwa orang yang begitu rapi masih juga memakan uang Rakyat tanpa peduli dengan rakyat banyak.
Ada juga kanjeng Dimas, kanjeng Dimas dilihat sangat rapi penampilannya, tetapi siapa pula yang menyangka bahwa dia telah menipu banyak orang. Bahkan banyak orang pula tertipu oleh penampilannya yang begitu rapi. Bisakah kita ambil hikmanya dari situ.? Bahwa jangan sesekali menilai orang dari penampilannya saja.

Ada sedikit cerita mengenai penampilan kami dan penilaian orang banyak tentang kami.
Kemarin tanggal 10 september 2017 kami menghadiri pertemuan dengan seluruh masyarakat di salah satu desa yang kami lakukan investigasi sebelumnya. Setelah kami sampai di balai desa, masyarakat begitu keheranan melihat penampilan saya dan kawan-kawan ku. Mereka mungkin beranggapan bahwa kami adalah preman yang akan membahas mengenai ketidak jelasan perusahaan yang ada disana. Mereka berfikir seperti itu disebabkan penampilan kami yang tidak begitu resmi atau sepertinya urak-urakkanlah. Tetapi setelah kami duduk bercerita dengan mereka, mereka sepertinya tidak beranggapan seperti itu lagi karena mereka telah melihat dari sisi lainnya tentang kami. Disana kami hanya berbicara tujuan kami bahwa kami hanya ingin membantu karena hati nurani kami tergerak akan hal itu. Dari situlah mereka tahu bahwa kami tidak seperti apa yang mereka pikirkan, bahwa kami adalah orang baik-baik, yang datang dengan tujuan baik pula.
Itulah sebabnya untuk seluruh sahabat, kerabat dan saudara, jangan sesekali menilai seseorang hanya dari penampilannya saja karena itu tidak akan menjamin dengan apa yang menjadi kepribadian mereka.

Adapun sedikit cerita tentang banyak teman saya yang awalnya baru mengenal tentang pribadi saya, bahwa sebelumnya mereka beranggapan bahwa saya adalah preman, karena katanya mereka melihat dengan penampilan yang begitu urak-urakkan. Setelah mereka lama mengenal tentang saya, mencari tahu kepribadian dan mempelajari segala histori saya, dari situlah mereka sadar bahwa selama ini mereka salah menilai orang hanya dengan satu sudut pandang saja.
Begitulah jika ingin mengenal lebih dekat kawan kita, kita harus mencari tahu bahkan menganalisis historinya seperti apa. Dan dari analisis kita itulah yang menciptakan teman sejati itu sendiri.

Jadi, saya flashback lagi bahwa jangan sesekali menilai seseorang hanya dengan satu sudut pandang saja, bisa jadi kita sendiri yang suatu saat akan menyadari kesalahan kita itu. Seperti halnya, ketika kita melihat dari kejauhan satu tanaman yang berada di gunung sana, kita pasti berfikir bahwa itu adalah tanaman rica namun setelah kita melihat dari jarak dekat kita baru menyadari bahwa itu bukanlah tanaman rica, tetapi satu tumbuhan yang hanya menyerupai rica tersebut.

Jadi bagaimana tentang analisis anda terhadap orang lain.? Sudahkah melihat dari segalah sisi.?

Dan kita telah ketahui bersama bahwa, para kapitalis di negri ini sangat berpenampilan rapi, tapi mengapa mereka begitu bersemangat untuk menindas  dan menghisap rakyat yang dibawah. Jika sekirannya banyak yang berfikir bahwa penampilan yang baik akan menentukan watak yang baik dari mereka, sebenarnya itu bukanlah satu tolak ukur kita untuk menilai, sekali lagi. Mungkin sekirannya orang yang seperti ini membutuhkan penyadaran agar mereka menyadari bahwa mereka telah keliru sebelumnya.
Kemudian saya merasa bahwa paham yang seperti ini adalah paham orde baru, dimana seluruh pikiran manusia itu dicuci dengan teori-teori yang tidak begitu relevan. Mengapa saya mengatakan bahwa paham seperti ini adalah paham orde baru, karena sebelumnya rakyat indonesia khususnya tidak pernah berfikiran seperti demikian, mereka bahkan yang berpenampilan urak-urakkan yang banyak membantu dan memperjuangkan hak-hak mereka dan orang banyak, dalam hal ini rakya indonesia.
Share:

Definition List

Diberdayakan oleh Blogger.

Sample Text

Cari Blog Ini

Ordered List

Recent Posts

Unordered List

Featured Post

Tergerusnya gerakan feminisme dalam ruang-ruang subjektifisme

Tergerusnya   gerakan feminisme dalam ruang-ruang subjektifisme Bukan sesuatu yang asing lagi mengenai persoalan perempuan, sejak per...

Pages

Theme Support